Minggu, 19 Juli 2020

Apasih Kecerdasan IQ, EQ dan LQ yang dimaksud Oleh Jack Ma Pemilik dan Pendiri Allbaba

KOMPAS.com - Jack Ma, pendiri Alibaba dalam forum OECD di Paris Perancis (5/12/2019) menyebutkan pendidikan sebagai "masalah paling penting dan kritis" di zaman kita ini. Kekhawatirannya: dunia berubah cepat, tetapi pendidikan tidak. Di forum OECD (The Organisation for Economic Co-operation and Development) penyelenggara tes global PISA (Program Penilaian Pelajar Internasional) secara berani Jack Ma menyebut rumus pendidikan bukan untuk fokus pada kurikulum atau prestasi peringkat. Jack Ma justru menekankan pada "kecerdasan" dan kapasitas kemampuan siswa untuk mencintai (LQ) di samping kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ).


"Hati" tidak tergantikan mesin 
"Jika kamu ingin sukses, kamu harus memiliki EQ yang sangat tinggi, cara untuk bergaul dengan orang-orang," katanya pada konferensi OECD seperti dilansir dari World Economidc Forum (WEF).

"Jika kamu tidak ingin tersisih dengan cepat, kamu harus memiliki IQ yang baik," tambahnya. Tetapi, lanjut Jack Ma,  “Jika kamu ingin dihormati, kamu harus memiliki LQ - hasil dari mencintai,” jelasnya. "Otak akan digantikan oleh mesin, tetapi mesin tidak akan pernah bisa menggantikan hatimu," demikian alasan Jack Ma. Meski terdengar sangat klise, hal ini menjadi relevan dengan tema konferensi, di mana OECD merilis hasil terbaru tes di seluruh dunia untuk anak berusia 15 tahun. Forum membahas cara memindahkan sistem pendidikan dari "pabrik" ujian tradisional ke tempat-tempat di mana anak-anak belajar konten, tetapi juga pengetahuan diri, empati dan kolaborasi. Pendidikan: bukan menyetak lulusan siap kerja Andreas Schleicher, kepala unit pendidikan OECD  bahkan memuji pendekatan "radikal" Jack Ma. Pendidik banyak berbicara tentang perlunya reformasi holistik, tetapi para pemimpin bisnis lebih sering fokus pada pendidikan sebagai sarana untuk melatih pekerja masa depan atau menyiapkan lulusan siap kerja daripada memelihara manusia berpengetahuan luas. Schleicher mengatakan pesan utama Ma sangat tepat: kita telah menghabiskan banyak upaya tentang "bagaimana" kita memberi pendidikan kepada siswa, belum pada "apa" yang kita berikan. Di masa depan, Jack Ma mengatakan ada beberapa hal harus menjadi fokus perhatian: guru, ruang kelas, dan siswa. Jack Ma berpendapat kelas tidak boleh hanya menghabiskan 40 menit untuk diam membaca dan mengerjakan tugas atau ujian. Guru tidak boleh lagi menjadi pusat kelas sebagai "orang dengan semua pengetahuan". Menurutnya pendidik harus mulai fokus pada kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, bukan hanya mendapatkan jawaban yang benar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jack Ma Bicara soal Pendidikan: Rumus Pendidikan IQ, EQ dan LQ", https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/11/11461611/jack-ma-bicara-soal-pendidikan-rumus-pendidikan-iq-eq-dan-lq?page=all.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Dari Kutipan berita di atas saya jadi ingin mengetahui lebih lanjut apa yang dimaksud tentang kecerdasan-kecerdasan tersebut. mari kita lihat lebih dalam hal tersebut .

1. Pengertian Kecerdasan 

Menurut wikipedia, ada beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. 
Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Stenberg & Slater (1982) mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif.


2. Pengertian Kecerdasan Intelektual ( IQ )


Kecerdasan intelektual (bahasa Inggris: intelligence quotient, disingkat IQ) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.

IQ merupakan kependekan dari Intelligence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektual, analitis (kemampuan menganalisa), logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, IQ berkaitan pada keterampilan berbicara, kesadaran akan sesuatu di sekelilingnya dan penguasaan matematika.
Salah satu contoh sederhananya ialah apabila langit mendung, maka hari akan hujan.
Atau, papa mempercayai kita untuk meletakkan televisi di dalam kamar, namun ia melarang kita menonton televisi lewat dari jam 9 malam. Apa yang terjadi bila kita melanggarnya? Papa akan memarahi kita dan menarik fasilitas (televisi) tersebut.

3. Pengertian Kecerdasan Emosional ( EQ )

Kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai,mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan oranglain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasiakan suatu hubungan. Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang.

Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.
EQ adalah kemampuan berkomunikasi seseorang dalam dua dimensi, yaitu arah ke dalam (personal) dan arah ke luar (interpersonal).

Personal ialah komunikasi yang dilakukan seseorang pada dirinya sendiri. Hal ini berguna untuk menumbuhkan kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), menghargai diri sendiri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery).
Contohnya ketika kita mengharapkan papa membelikan handphone tetapi papa tidak mengabulkannya. Pada masalah ini EQ personal kita bermain, seberapa besar kesadaran diri tentang manfaat handphone terhadap kita.

Kemudian ketika kita menyadari bahwa manfaatnya sangat kecil, kita mulai menerima keputusan papa tersebut. Dengan menerima hal itu pula, kita tidak akan merasa sebagai orang yang menyedihkan meskipun teman-teman kita memiliki handphone.
Sementara interpersonal adalah kemampuan memahami, menerima, mempercayai, dan mempengaruhi orang lain. Salah satu contoh adalah ketika kamu meminta saran dari teman dekatmu, temanmu itu akan memberikan tanggapannya. Tanggapannya itulah yang perlu kamu pahami dan terima dengan baik.

4. Pengertian Love Quotient (LQ)

Orang pintar adalah mereka yang memiliki IQ atau kecerdasan yang dikembangkan dengan baik. Tetapi jika orang-orang pintar itu ingin menjadi pemimpin yang baik, mereka juga membutuhkan EQ atau kecerdasan emosional, kemampuan untuk berempati dan mengekspresikan emosi. Namun menurut CEO Alibaba Jack Ma, Anda juga membutuhkan sesuatu yang ia sebut 'LQ'

"Jika Anda ingin dihormati, Anda membutuhkan LQ," pendiri dan ketua raksasa internet China itu mengatakan pada Forum Bisnis Global Bloomberg di New York awal pekan ini. “Dan apa itu LQ? Hasil dari cinta, yang mesin tidak pernah miliki. ”
"Sebuah mesin tidak memiliki hati, tidak memiliki jiwa, dan tidak memiliki keyakinan," katanya. “Manusia memiliki jiwa, memiliki keyakinan, memiliki nilai; kami kreatif, kami menunjukkan bahwa kami dapat mengontrol mesin. ”


Jumat, 17 Juli 2020

Tiga Faktor Proyeksi Pendidikan Abad 21 Menurut Anies Baswedan

Tiga Faktor Proyeksi Pendidikan Abad 21 

1. Karakter (Akhlak) 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sedangkan menurut Doni Kusuma, pengertian karakter adalah sebuah gaya, sifat, ciri, maupun karakteristik yang dimiliki seseorang yang berasal dari pembentukan ataupun tempaan yang didapatkannya melalui lingkungan yang ada di sekitar. Sejalan dengan pengertian di atas, dalam pandangan Islam karakter sama dengan akhlak. Imam Ghazali memaknai akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa yang melahirkan berbagai macam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. 
Berdasarkan dengan pemaparan tentang pengertian karakter di atas maka dapat disimpulkan bahwa karakter adalah sebuah sifat, perilaku dan budi pekerti yang telah tertanam dalam jiwa dan menjadi sebuah kebiasaan pada diri individu dalam berbuat atau berperilaku sehingga hal tersebut menjadi ciri khas dirinya.

a. Karakter Moral 

Iman 
Takwa 
Jujur 
Rendah 
Hati 

b. Karakter Kinerja 

Kerja Keras 
Ulet 
Tangguh 
Tak mudah menyerah 
Tuntas 

2. Kompetensi 

Menurut UU No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan: pasal 1 (10) :”Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan”. Selanjutnya, Wibowo (2007:86), kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. 
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seorang individu untuk menjalani tugas dalam kehidupannya dengan bekal sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dalam pendidikan pada abad ini terdapat kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menjalani proses pendidikan yaitu: 

Kritis 
Kreatif 
Komunikatif 
Kolaboratif 

3. Literasi (Keterbukaan Wawasan) 

Literasi menurut Kemendikbud (2016:2) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara. Seiring berjalannya waktu, kini literasi tidak hanya sekedar tentang aktivitas membaca dan menulis. Konsep literasi saat ini lebih berkembang meliputi aspek-aspek kehidupan. Semakin maju dan berkembang zaman akhirnya menghadirkan konsep literasi yang bermacam-macam mengikuti arus perubahan zaman. Ada enam komponen dasar literasi yaitu: 

a. Literasi Baca-Tulis 

Literasi Baca-Tulis sudah umum dikenal yaitu pemahaman dan kecakapan dalam membaca dan menulis berkaitan teks bacaan maupun lingkungan, pemahaman yang dimiliki tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

b. Literasi Numerasi 
Literasi numerasi merupakan pngetahuan dan kemamuan untuk mengaplikasikan symbol matematika dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari. Pada literasi numerasi juga adanya tuntutan pemahaman dan kecakapan dalam menganalisis informasi yang disajikan dalam bentuk rafik, table, bagan dan lain-lain. Secara sederhananya adalah kemampuan mengoperasikan keterampilan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari.  

c. Literasi Sains 

Standar Pendidikan Sains Nasional mendefinisikan literasi sains berarti bahwa seseorang dapat meminta, mencari, atau menentukan jawaban pertanyaan yang berasal dari rasa ingin tahu tentang pengalaman sehari-hari. Dalam hal ini seseorang dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki terkait tentang konsep dan proses sains mampu diaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari untuk kebutuhan masyarakat. 

 d. Literasi Budaya dan Kewargaan 

Dalam Kemendikbud (2017:3) Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan demikian, literasi budaya dan kewaraan merupakan kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa. 

e. Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 
Literasi TIK adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan atau jaringan dalam mendefinisikan, mengakss, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, menciptakan dan mengkomunikasikan informasi secara baik dan legal dalam rangka membangun masyarakat berpengetahuan. 

f. Literasi Keuangan 
Menurut Manurung (2009:24) literasi keuangan adalah seperangkat keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan eseorang individu untuk membuat keputusan dan efektif dengan semua sumber daya keuangan mereka. Dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi keuangan ini berkaitan dengan kemampuan memanajemen atau mengelola sumber daya keuangan yang dimiliki. 

Dikutip dari https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4902012438020768863#editor/target=post;postID=3685781693304573233

Kamis, 12 September 2019

Diet Program

Makan enak dan hidup bahagia, siapakah yang ga mau dengan hal tersebut? Makan enak adalah ahl yang wajar ketika setiap hari kita di sibuk kan kerja dan kerja, terkadang sebagai pelampiasan setelah bekerja adalah makan yang enak dan mahal karena saya beranggapan bahwa uang yang kita dapatkan paling tidak kita gunakan untuk memperbaiki gizi. hehehe
waktu berjalan begitu cepat tahun 2010 akhir lulus kuliah, dan 2011 awal sudah mulai bekerja. tak terasa baju yang bisanya longgar dan besar, eh kok mulai terasa mengecil. Apakah memang seperti itu atau perasaan saya saja. 
hidup bahagia tidak di tentukan seberapa nikmat makanan yang kita makan. dan bukkan seberapa kaya kita. kebahagiaan juga bukan dilihat dari bentuk badan kita yang besar dan gemuk. kebahagian yang hakiki adalah kebahagiaan yang berasal dari pribadi kita. kebahagian yang berasal dari rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT yang berikan. itulah kebahagian yang sempurna. baiknya kita harus bersyukur terhadap yang kita miliki. masih diberi kesehatan, kesempurnaan fisik dan nikmat berupa iman. semoga kita senantiasa berikhtar agar menjadi manusia yang soleh dan semakin taat untuk menjalankan perintah-perintahNya. 
Ini adalah beberapa penampakan saya yang badan saya masih berasa besar dan gemuk diperkirakan berat badan saya sekitar 80 kg lebih ... hiks






Setelah perjuangan yang tak pernah lelah yang kurang lebih 3 bulan lamanya, akhirnya berat badan saya bisa berkurang sebesar 15 kg,  sekarang kekarang sekitar 65 kg. Taraaah . .. . .





Rabu, 30 Januari 2019

It's Our Family

Kebersamaan kita nih. Beginilah momen-momen yang terekam kamera. . .








Let's Go to School

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa anak pertama ku ANAYA KHANZA PRINCESSA sudah berusia 4,5 tahun sehingga tahun ini InsyaAllah mau sekolah. Pilihan kami adalah sekolah di TK ABA karena dasar agama harus jadi pondasi anak dalam tumbuh dan berkembang. Kami menginginkan anak kami harus takut kepada Allah SWT dan mengikuti Assunah dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW, semoga semua prilakunya kelak menjadi cerminan dari ajaran agama yang kami yakini yaitu agama Islam. Setelah melakukan pendaftaran Naya panggilan anak ku ini, sudah sangat senang dan tak sabar menunggu untuk bersekolah di hari pertama. Beginilah aksi foto-fotonya dalam beberapa actions. Let's check it out!